Kmunitas Usaha Mikro Muamalat berbasis Masjid (KUM3) Merupakan salah satu program pendayagunaan dana ZIS (Zakat, Infaq & Sedekah) yang bertujuan membangun keimanan dan ketakwaan mustahik serta peningkatan pendapatan melalui pembinaan usaha dan pemberian pinjaman dana kebajikan ( Al Qardh).
Visi
Terwujudnya komunitas usaha mikro berbasis masjid yang berkarakter, tumbuh, dan peduli.
Misi
| • | Memfasilitasi komunitas usaha mikro melalui pendayagunaan dana ZIS |
| • | Meningkatkan peran dan memakmurkan mesjid |
| •. | Meningkatkan kesalihan peserta dan pihak yang terlibat di dalamnya |
| • | Mendorong berkembangnya bisnis peserta |
| • | Mendorong tumbuhnya kepedulian peserta |
Strategi
| • | Pembinaan Islam yang integral dan berkelanjutan |
| • | Pendampingan usaha yang tersistem dan terencana |
| •. | Penumbuhan kepedulian sosial di sekitar wilayah pemberdayaan |
Bentuk Kegiatan
| • | Penumbuhan modal sosial dalam masyarakat dengan pembentukan kelompok yang solid dan mudah dikendalikan |
| • | Pembinaan mental spiritual peserta melalui kegiatan pengajian rutin pekanan |
| •. | Pendampingan usaha melalui kegiatan pelatihan dan fasilitasi pemasaran produk peserta |
| •. | Pemberian dana kebajikan (Al Qardh) |
Sasaran
Mustahik (fakir atau miskin) yang berdomisili di sekitar mesjid mitra program KUM3. Dengan kriteria sebagai berikut :
| • | Fakir, yaitu seseorang yang memiliki harta atau usaha, namun hanya mampu mencukupi 50% atau kurang dari kebutuhan dasar dan berpenghasilan rata-rata per bulan sebesar Rp 1.040.000,00 (kota) atau Rp 602.000,00 (desa) |
| • | Miskin, yaitu seseorang yang memiliki harta atau usaha, namun hanya mampu mencukupi 60%-90% dari kebutuhan dasar, dan berpenghasilan rata-rata per bulan sejumlah Rp 2.080.000,00 (kota) atau Rp 1.204.166,00 (desa) |
KRITERIA USAHA YANG AKAN DIBANTU
| • | Omset usaha tidak lebih dari Rp 5.000.000,00 |
| • | Kepemilikan usaha sendiri |
| • | Berusia antara 17 – 55 tahun |
| • | Memiliki rumah sendiri atau tinggal bersama keluarga |
| • | Penanggung jawab utama merupakan pencari nafkah |
| • | Berstatus menikah, kepala rumah tangga dan memiliki tanggungan ataupun janda |
| • | Tidak memiliki hubungan darah dengan pendamping, dan pengurus masjid (untuk menghindari konflik kepentingan). |
